ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Moderator: Forum Control

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby 1 God » 2011 01 19, 3:36

arema wrote:
1 God wrote:itu bukan pengorbanan...
itu Rahmat Tuhan
mana ayatnya???
Ngene lo bos...ketika diberi janji, Sara dan Abraham sempat melecehkan janji Tuhan. Kalau saja Tuhan mutungan, bisa saja mereka berdua digampar seketika. Tapi tidak, Tuhan tetap dgn janjiNya. Itu bentuk pengorbanan mas. Ayatnya eksplore sendiri deh...dijamin bakal nemuin kisah Abraham dan Sara mentertawakan janji Tuhan.
saya udah baca, di kejadian
Ishak = tertawa
point = korban, itu merugikan owner
di sini, Tuhan tidak akan pernah merasa dirugikan
itu bukan korban, tapi rahmat

arema wrote:Jelas Tuhan punya perasaan...itulah kenapa saya katakan Tuhan adalah ROH yg berpribadi.
Tuhan jelas bisa marah...krn itu manusia bisa dihukum
Tuhan jelas bisa merasa berkenan...krn itu manusia diberi anugerah
ini jawaban anda pribadi / doktrin greja / biblika??

Ada kok di Alkitab Tuhan marah..kecewa dgn perilaku manusia.

II Raja Raja 22:17 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu kehangatan murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap tempat ini dengan tidak padam-padam.
anda hobinya motong quote!!!, sehingga orang membaca parsial!!!! (don't do that :evil: )
maksud saya yang ini :
Tuhan menangis? :grin:
atau
Tuhan menyesal? (bodoh, karena salah perhitungan)

arema wrote:Maaf ya bos, kalau anda berpendapat bahwa Tuhan tidak punya rasa, tidak berpribadi, silakan saja. Tapi jika anda bertanya ttg Allah yg disembah Abraham, Ishak, dan Yakub, jelas DIA adalah yg berpribadi.
Tuhan anda tidak sama dengan Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub dan anak turunya (bani Israel)
anda mengakui, tapi esensinya enggak

Yang bisa murka jika manusia menentangNya. Bisa cemburu ketika manusia menyembah selain DIA, bisa juga memberikan segala kemurahanNya kepada siapapun yg berkenan bagiNya.
saya udah tahu 10 perintah Tuhan di keluaran dan ulangan

arema wrote:
baca perumpamaan sederhana saya...
Raja Richard ditawan oleh raja Saladin
jawab:
1. kerajaan Inggris raya yang menebus rajanya
2. atau Saladin yang mikir buat ngelepas raja tawanannya ( dengan menyamar menjadi englishman) untuk menebus raja richard

jawab yang logis sesuai nurani anda1 atau 2?
Tidak saya jawab krn perumpamaan anda keliru.
Anda memngumpamakan manusia = richard, dan Tuhan = saladin.
Analoginya tidak benar.
Padahal dlm hal penebusan dosa, manusia tidak dibebaskan dr tawanan Tuhan.
bukan manusianya, tapi belenggu dosanya

arema wrote:Mari kita gunakan penjelasan yg ini
Ketika manusia berbuat jahat (jatuh dalam dosa) maka konsekuensinya kelak dia akan kekal di luar kemuliaan Tuhan (= kekal di neraka)
Situasi inilah yg ketika manusia bertobat diwajibkan ditebus dgn pengorbanan.

Makanya saya kasih analogi org yg berutang. Status dia adalah debitur, pengutang.
Gak cukup bagi seorang pengutang untuk termehek2 minta utangnya dianggap lunas.
Harus ada pengorbanan.
Pengutangnya berkorban uang untuk menebus statusnya sbg debitur, atau si kreditur merelakan (berkorban) uangnya tidak terbayar.
sudah dibahas diatas
biar pembaca yang nilai


arema wrote:
manusia wajib mohon
Toh ketika Tuhan mengabulkan, tujuannya bukan pamer (atau membuktikan)
intinya cak = Tuhan tidak perlu mbuktiin termasuk self secriface...
Dari awal ketika bicara soal kasih Tuhan saya juga tidak pernah bicara ttg Tuhan yg bertujuan membuktikan. Yang saya katakan adalah bahwa ITULAH BUKTI kasih Tuhan.
Bagaimana Tuhan dikatakan Maha Penyayang jika manusia tak pernah merasakan bukti kasih sayangNya?
Jadi pembicaraan kita tidak mengarah pada apakah Tuhan bermaksud membuktikan atau tidak, tapi bahwa apa yg menjadi sifat Tuhan akan selalu ada buktinya.
Namun jgn lupa bahwa dlm kasus2 tertentu Tuhan memang berniat membuktikan bahkan menantang manusia untuk menguji firmanNya:
Tuhan maha Kasih
manusia yang harus sadar, bukan kudu Tuhan yang pamer
bener ngga?

arema wrote:Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
dari sinilah pendeta, pastur, rabbi yahudi mendapatkan gaji dan untuk biaya makan sehari-hari.
itu adalah = PERAMPOKAN kepada harta orang lain

arema wrote:
pegimana bisa dibilang konsisten
jika Dia (dalam pemahaman anda) merubah hukum sekenanya... (setelah hukum diterapkan)
membuat perjanjian baru yang tidak nyambung ( bukan memperbaharui, tapi merubah)
---- sunat batal
---- torah bukan hukum tapi kutuk
---- babi (semua makanan) = halal

Saya kutip dr posting saya di sebelah:

ukum Taurat berfungsi seperti cermin.
Dengan cermin kita melihat diri sendiri. Dengan Hukum Taurat, manusia menyadari diri adalah orang berdosa.

Mari kita ambil contoh dr 10 Hukum, hukum ke-6, “Jangan membunuh.”
Hukum ini kelihatannya mudah diterapkan. Mayoritas manusia, entah Kristen atau non-Kristen, tidak pernah menghilangkan nyawa orang lain secara fisik.
Secara fisik, mayoritas manusia telah memenuhi hukum ke-6. Tetapi justru dalam esensinya tidak.
Yesus menerangkan dalam Matius 5:21-22 “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.”
Artinya dalam esensinya, kemarahan kepada sesama manusia telah masuk kategori melanggar hukum ke-6, dan layak dihukum dalam api neraka.

Ambil contoh lain, 10 Hukum, hukum ke-7, “Jangan berzinah.” Secara fisik, banyak orang memenuhi hukum ini, karena mereka hidup baik-baik dan tidak melakukan perzinahan. Namun secara esensi tidak pernah ada orang yang bisa melakukan hukum ke-7, karena menurut Yesus, Matius 5:28 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

Hukum-hukum Tuhan jika diperhatikan hanya bagian luarnya maka akan kelihatan sederhana dan mudah dipenuhi.
Tetapi sesungguhnya dalam esensinya tidak mungkin bisa dipenuhi oleh manusia. Namun manusia terlalu gegabah dan sering tidak memperhatikan esensi dan hanya memperhatikan bagian luarnya saja. Untuk itu mereka perlu disadarkan, maka Tuhan “sengaja” memberikan hukum-hukumNya dalam bentuk luar yang begitu kompleks dan rumit. Hukum-hukum seperti benda-benda yang najis dan tidak najis, binatang yang haram dan tidak haram, peraturan-peraturan pentahiran yang begitu kompleks dan detail, dsb.

Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.

Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Pada titik inilah manusia disadarkan mereka orang berdosa, tidak mampu memenuhi Hukum Allah, dan mereka perlu seorang Juruselamat. Dengan demikian Hukum Taurat menuntun manusia kepada Kristus.
tulisan anda malah memperjelas kalau
Tuhan dalam persepsimu adalah Tuhan yang bodoh!!!!
Tuhan menurunkan hukum, yang mana manusia tidak bisa melakukan hukum itu sendiri...

mau bantah apa lagi anda???

arema wrote:
Wiliam dari Occam (1280-1349) wrote:Dimana bukan saja akal manusia tak dapat mengerti penyataan Allah tetapi ikrar gereja pun diserang oleh akal budi dengan hebat dimana akal budi tidak dapat memasuki dunia Allah. Manusia hanya dapat menggantungkan diri pada kehendak Tuhan saja walaupun tidak dipahami. Semboyannya : Aku percaya sebab mustahil!.
hebat kan :grin:

Orang kristen tidak pernah diajar untuk mempercayai Tuhan dgn meninggalkan logika. Krn bagaimanapun logika adalah bagian dr manusia.
Orang kristen juga tidak pernah diajar untuk mempercayai Tuhan semata2 dengan logika. Krn jika hanya dengan logika maka akan banyak hal dr Tuhan yg tidak masuk logika akan tertolak.
Orang kristen diajar untuk menggunakan logika pada tempatnya, untuk hal2 yg memang dlm ranah logika. Sedangkan untuk hal2 yg di luar jangkauan logika (krn kuasa Tuhan jelas melampaui logika) manusia diperintahkan untuk mengimaninya.
buka linknya
hobi buruk anda (potong quote :evil: )
belum tentu anda lebih pinter dari Wiliam dari Occam (1280-1349)
Image
User avatar
1 God
Suka
Suka
 
Posts: 635
Joined: 2008 05 04, 10:21

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 19, 6:08

1 God wrote:saya udah baca, di kejadian
Ishak = tertawa
point = korban, itu merugikan owner
di sini, Tuhan tidak akan pernah merasa dirugikan
itu bukan korban, tapi rahmat

BErkorban adalah melakukan sesuatu demi kepentingan pihak lain.
Dalam hal kasus Abraham, jika berfikir kepentingan Tuhan tentu Tuhan berhak marah krn ditertawakan. Tapi Tuhan tidak lakukan itu, Tuhan tetap setia dgn janjiNya kepada Abraham dan Sara.
Tuhan tetap berbuat meski semestinya Tuhan tidak perlu melakukannya lagi krn sdh dilecehkan.

anda hobinya motong quote!!!, sehingga orang membaca parsial!!!! (don't do that :evil: )
maksud saya yang ini :
Tuhan menangis? :grin:
atau
Tuhan menyesal? (bodoh, karena salah perhitungan)

Jgn munafik mas. Kepentingan utama anda adalah bertanya apakah Tuhan punya perasaan. Dan itu sudah saya jawab. Soal menagis dan menyesal gampang kok penjelasannya asal anda sdh akui Tuhan punya kepribadian/perasaan.

Tuhan anda tidak sama dengan Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub dan anak turunya (bani Israel)
anda mengakui, tapi esensinya enggak

Dlm konteks diskusi kita, saya mengakui Tuhan itu punya perasaan. Senang, marah, kecewa.
Bagaimana dgn anda? Apakah Tuhan anda batu yg tidak bisa murka?


saya udah tahu 10 perintah Tuhan di keluaran dan ulangan

So, jawab sendiri pertanyaan anda, apakah Tuhan punya perasaan?????

bukan manusianya, tapi belenggu dosanya

Coba analogi anda dirinci. Apa dianalogikan dgn apa, satu demi satu. Silakan.


Tuhan maha Kasih
manusia yang harus sadar, bukan kudu Tuhan yang pamer
bener ngga?

1. Bener, manusia yg harus sadar. Dr mana manusia bisa sadar? Tentu dr bukti2 kasih Tuhan. Dari bukti2 yg dirasakan manusia itulah manusia bisa berkata penuh syukur: betapa besar kasihMu ya Tuhan.
2. Tidak ada yg mengharuskan Tuhan. Bukti itu sdh ada dan akan selalu hadir bagi anda dan saya.

dari sinilah pendeta, pastur, rabbi yahudi mendapatkan gaji dan untuk biaya makan sehari-hari.
itu adalah = PERAMPOKAN kepada harta orang lain

Anda pikir pendeta juga tidak malakukan persembahan persepuluhan?
Anda pikir pendeta tidak butuh hidup?
Anda pikir dr mana gereja membangun gedung, drmana gereja membangun sekolah2, rumah sakit, rumah singgah, panti asuhan, panti rehabilitasi narkoba?
Anda pikir semua itu sumbernya dr menadahkan kaleng di tengah jalan raya?


tulisan anda malah memperjelas kalau
Tuhan dalam persepsimu adalah Tuhan yang bodoh!!!!
Tuhan menurunkan hukum, yang mana manusia tidak bisa melakukan hukum itu sendiri...

Loh kenapa berhenti di konklusi manusia tidak mampu? Kemana bagian setelah itu...apakah anda tidak mampu membacanya?


buka linknya
hobi buruk anda (potong quote :evil: )
belum tentu anda lebih pinter dari Wiliam dari Occam (1280-1349)

Nah kan...ukurannya cuma otak saja. Udah dibilang otak manusia itu terbatas. Memahami Tuhan cuma berbekal otak SAJA...gak bakal mampu.
Last edited by arema on 2011 01 20, 6:52, edited 1 time in total.
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 20, 6:55

rosesi wrote:Justru tuhan ngasih manusia otak supaya bisa berpikir dan jadi bekal untuk menemukan tuhan yg asli.

Jadi dgn mikir pake otak saja anda bisa menemukan Tuhan?
Saya jamin mas, jika itu prinsip anda, maka anda hanya akan menemukan tuhan yg sifat dan kuasanya sebatas kapasitas otak anda saja.
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 20, 4:31

rosesi wrote:seterbatas-terbatasnya otak manusia,kalau cuma untuk mencari tahu mana tuhan yang asli dan yang palsu ya masih bisa

Asli menurut kemauan otak sendiri. Palsu menurut kemauan otak sendiri.
Kemeruh kata org malang (sok tahu)
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby forever muslim » 2011 01 21, 5:31

waduh maafkan saya buat semuanya.... TS nya malah kabur kemana2 he he he...
memang belakangan ini waktu saya mepet baaannngggeeetttt .... antara kerjaan utk mencari sesuap nasi dan main-main di forum terpaksa hobby saya yg atu ini buat sementara harus mengalah... sekali lagi mohon maaf semuanya...

@bro arema
sementara kita belum memasuki inti dari topik trit ini yaitu konsep trinitas,semoga bro arema gak keberatan dgn melayani postingan dari teman2 muslim lainnya... tapi kalo memang udah mau dimulai pembicaraan tentang itu maka saya akan mencoba sempat2kan waktu saya untuk mendiskusikannya... jadi terserah bro arema aja kapan mau memulainya..

@bro 1 God dan teman2 muslim lainnya
terima kasih udah berpartisipasi ditrit saya ini ..mohon dilanjutkan saja karena TSnya akibat sok-sok sibuk ama kerjaan jadi gak bertanggungjawab dulu neh ama tritnya sendiri :oops: :oops: silahken dilanjut ya...

mohon juga kita dapat berdiskusi dgn baik dan tanpa ad hominem.. terima kasih
ya ALLAH ampunkanlah hambamu yang lalai ini...
forever muslim
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 133
Joined: 2008 01 02, 9:00

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 23, 1:33

forever muslim wrote:@bro arema
sementara kita belum memasuki inti dari topik trit ini yaitu konsep trinitas,semoga bro arema gak keberatan dgn melayani postingan dari teman2 muslim lainnya... tapi kalo memang udah mau dimulai pembicaraan tentang itu maka saya akan mencoba sempat2kan waktu saya untuk mendiskusikannya... jadi terserah bro arema aja kapan mau memulainya..

Saya sdh mulai namun tidak langsung ke inti. Krn tanpa pemahaman yg benar akan hal2 yg mendasar dr sifat2 Tuhan, maka diskusi ttg trinitas akan menjadi sia2. Bakal jadi debat kusir. Silakan tanggapi posting pendahuluan saya.
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby 1 God » 2011 01 24, 1:05

arema wrote:
1 God wrote:saya udah baca, di kejadian
Ishak = tertawa
point = korban, itu merugikan owner
di sini, Tuhan tidak akan pernah merasa dirugikan
itu bukan korban, tapi rahmat
BErkorban adalah melakukan sesuatu demi kepentingan pihak lain.
Dalam hal kasus Abraham, jika berfikir kepentingan Tuhan tentu Tuhan berhak marah krn ditertawakan. Tapi Tuhan tidak lakukan itu, Tuhan tetap setia dgn janjiNya kepada Abraham dan Sara.
pertanyaan buat anda...
Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia dan anak turunnya, meskipun manusiannya atau anak turunya berkelakuan celaka
Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia yang mana Tuhan tidak mampu untuk memenuhinya
arema wrote:Tuhan tetap berbuat meski semestinya Tuhan tidak perlu melakukannya lagi krn sdh dilecehkan.
kata2 balikan buat anda...
Tuhan harus... :grin:

arema wrote:
Tuhan menangis? :grin:
atau
Tuhan menyesal? (bodoh, karena salah perhitungan)
Jgn munafik mas. Kepentingan utama anda adalah bertanya apakah Tuhan punya perasaan. Dan itu sudah saya jawab. Soal menagis dan menyesal gampang kok penjelasannya asal anda sdh akui Tuhan punya kepribadian/perasaan.
saya kepingin nanya...
apa pendapat anda ketika Tuhan menyesal...
jelaskan saja

arema wrote:
Tuhan anda tidak sama dengan Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub dan anak turunya (bani Israel)
anda mengakui, tapi esensinya enggak
Dlm konteks diskusi kita, saya mengakui Tuhan itu punya perasaan. Senang, marah, kecewa.
Bagaimana dgn anda? Apakah Tuhan anda batu yg tidak bisa murka?
tetep ke poin
Tuhan yang menyesal (salah perhitungan kah?)

arema wrote:
saya udah tahu 10 perintah Tuhan di keluaran dan ulangan
So, jawab sendiri pertanyaan anda, apakah Tuhan punya perasaan?????
lihat atas

arema wrote:
bukan manusianya, tapi belenggu dosanya
Coba analogi anda dirinci. Apa dianalogikan dgn apa, satu demi satu. Silakan.
hobi buruk anda main potong quote... :grin:

arema wrote:
Tuhan maha Kasih
manusia yang harus sadar, bukan kudu Tuhan yang pamer
bener ngga?
1. Bener, manusia yg harus sadar. Dr mana manusia bisa sadar? Tentu dr bukti2 kasih Tuhan. Dari bukti2 yg dirasakan manusia itulah manusia bisa berkata penuh syukur: betapa besar kasihMu ya Tuhan.
2. Tidak ada yg mengharuskan Tuhan. Bukti itu sdh ada dan akan selalu hadir bagi anda dan saya.
itu adalah betul
buktinya Tuhan sudah mengkaruniakan sehat, rizki, hidup, dan semuanya buat kita...
cukup itu saja, ngga usah mikir yang neko2


arema wrote:
dari sinilah pendeta, pastur, rabbi yahudi mendapatkan gaji dan untuk biaya makan sehari-hari.
itu adalah = PERAMPOKAN kepada harta orang lain
Anda pikir pendeta juga tidak malakukan persembahan persepuluhan?
Anda pikir pendeta tidak butuh hidup?

Anda pikir dr mana gereja membangun gedung, drmana gereja membangun sekolah2, rumah sakit, rumah singgah, panti asuhan, panti rehabilitasi narkoba?
Anda pikir semua itu sumbernya dr menadahkan kaleng di tengah jalan raya?
betapa kayanya Gereja Khatolik Roma dengan umat lebih semilyar
yang dari rentang berdirinya, TIDAK ADA yang berani mengaudit...

untuk urusan kemaslahatan agama, semua adalah sama... bangunan ibadah dibangun dari gotong royong

lha ini urusan perut...
1/10 dari pendeta setelah ngrampok dari jemaatnya, masih dapet yang 9/10 nya (9/10 x 1/10)...
apa anda pernah ngaudit???
jika pak pendeta butuh hidup ya bekerja!!!!... jangan ngrampok harta orang dengan dalil agama/ firman Tuhan
contoh
gereja Jawa di lokasi kota besar X
jemaat 300 kk, dengan rata2 pengahsilan 5 jt/ bulan
300 x 5jt x 1/10 = 150 juta ... ( kaya kan ... :grin: ), ambil lagi yang 1/10nya masih ada tuh yang 135jt :grin:
jangan2 anda adalah seorang pendeta :grin: :grin:

arema wrote:
tulisan anda malah memperjelas kalau
Tuhan dalam persepsimu adalah Tuhan yang bodoh!!!!
Tuhan menurunkan hukum, yang mana manusia tidak bisa melakukan hukum itu sendiri...
Loh kenapa berhenti di konklusi manusia tidak mampu? Kemana bagian setelah itu...apakah anda tidak mampu membacanya?
hobi anda main potong quote :laugh:
nih...
Tuhan menurunkan hukum Torah
Yesus berkata tidak mungkin hukum itu dilaksanakan
nih kata2 amda sendiri
AREma wrote:Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.

itukan pointnya...

jawab saja yang saya besarin itu...
baru anda ngomong tenteng keMAHAan Tuhan dan kekonsistennanya

(jelaskan maksud anda yang berwarna ungu)

arema wrote:
1 God wrote:buka linknya
belum tentu anda lebih pinter dari Wiliam dari Occam (1280-1349)
Nah kan...ukurannya cuma otak saja. Udah dibilang otak manusia itu terbatas. Memahami Tuhan cuma berbekal otak SAJA...gak bakal mampu.
jika anda mau bantah, silhkan bantah yang ngepost dunk...
atau kalau perlu, kutuk si William

apa anda pikir otak itu bukan karunia untuk mencariNya???
apakah otak itu tidak boleh difungsikan sebagaimana mestinya :grin:
Image
User avatar
1 God
Suka
Suka
 
Posts: 635
Joined: 2008 05 04, 10:21

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby 1 God » 2011 01 24, 1:20

nih kata2 amda sendiri
AREma wrote:Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.


vs

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


mau ndalil apa lagi dikau cak :grin:
Image
User avatar
1 God
Suka
Suka
 
Posts: 635
Joined: 2008 05 04, 10:21

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 24, 1:45

1 God wrote:pertanyaan buat anda...
Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia dan anak turunnya, meskipun manusiannya atau anak turunya berkelakuan celaka
Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia yang mana Tuhan tidak mampu untuk memenuhinya

Kenapa tidak? Tuhan tau kok bahwa tidak ada anak turun Adam yg bakal 100% tidak berdosa.
Tuhan pasti mampu memenuhi semua janjiNya. Bukan krn saya mengharuskan tapi krn saya mengimani Tuhan itu Maha Kuasa.

arema wrote:Tuhan tetap berbuat meski semestinya Tuhan tidak perlu melakukannya lagi krn sdh dilecehkan.
kata2 balikan buat anda...
Tuhan harus... :grin:

Loh..bukan saya yg mengharuskan mas. Tuhan sudah berjanji, Tuhan sdh membuktikan janjiNya, baru saya berkata/menyimpulkan. Jadi itu semua bukan saya yg mengharuskan atau saya berspekulasi.

saya kepingin nanya...
apa pendapat anda ketika Tuhan menyesal...
jelaskan saja

tetep ke poin
Tuhan yang menyesal (salah perhitungan kah?)

Tapi krn pertanyaan anda itu berasal dr ketidaksetujuan anda soal Tuhan pnya perasaan, tolong pertegas dulu: apakah anda sudah menerima penjelasan saya bahwa Tuhan itu berpribadi/berperasaan?
Kalau anda tetap menyangkal itu, maka saya tidak akan menjelaskan soal Tuhan menyesal. Krn akan sia2.


arema wrote: Coba analogi anda dirinci. Apa dianalogikan dgn apa, satu demi satu. Silakan.
hobi buruk anda main potong quote...

Biar tidak terjadi salah paham, tolong anda rinci analoginya.
Bagian mana dr pernyataan anda yg saya potong dan mengakibatkan kesalahan pemahaman saya?



itu adalah betul
buktinya Tuhan sudah mengkaruniakan sehat, rizki, hidup, dan semuanya buat kita...
cukup itu saja, ngga usah mikir yang neko2

1. Jadi bukan saya yg mengharuskan Tuhan membuktikan, tapi manusia bisa bersyukur krn Tuhan sudah memebri bukti. Dan akan selalu begitu adanya.
2. Buat apa mikir yg neko2, krn faktanya adalah Tuhan itu kasih dan terbukti mampu memberikan bukti akan kasihNya. Jadi kalau ada fakta2 lain ttg bukti kasih Tuhan kenapa pula saya harus ragu? Dan hal apa yg anda anggap neko2 untuk apa yg berasal dr Tuhan?



betapa kayanya Gereja Khatolik Roma dengan umat lebih semilyar
yang dari rentang berdirinya, TIDAK ADA yang berani mengaudit...

untuk urusan kemaslahatan agama, semua adalah sama... bangunan ibadah dibangun dari gotong royong
lha ini urusan perut...

Lha kok lagi2 cuma urusan perut yg dibahas. Bukankah sdh saya tulis bahwa persepuluhan bukan cuma buat ngisi perut pendeta?

1/10 dari pendeta setelah ngrampok dari jemaatnya, masih dapet yang 9/10 nya...
apa anda pernah ngaudit???
jika pak pendeta butuh hidup ya bekerja!!!!... jangan ngrampok harta orang dengan dalil agama/ firman Tuhan

Apa anda juga pernah ngaudit kok nuduh semua itu cuma buat pribadi pendeta?



contoh
gereja Jawa di lokasi kota besar X
jemaat 300 kk, dengan rata2 pengahsilan 5 jt/ bulan
300 x 5jt x 1/10 = 150 juta ... ( kaya kan ... :grin: ), ambil lagi yang 1/10nya masih ada tuh yang 135jt :grin:
jangan2 anda adalah seorang pendeta

Yang buat kebutuhan bangun gedung gereja, perawatan gedung gereja, gaji para ekerja adminsitrasi gereja, buat bangun sekolah2, rumah sakit, panti jompo, panti pemulihan narkoba, panti asuhan, anda pikir drmana?


nih...
Tuhan menurunkan hukum Torah
Yesus berkata tidak mungkin hukum itu dilaksanakan
nih kata2 amda sendiri
[quote'=AREma"]Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.

itukan pointnya... [/quote]
Nah..anda ternyata yg motong posting saya. Baca selengkapnya, anda akan dapatkan pointnya.


jawab saja yang saya besarin itu...
baru anda ngomong tenteng keMAHAan Tuhan dan kekonsistennanya

(jelaskan maksud anda yang berwarna ungu)

Silakan kutip ulang secara lengkap posting saya, warnai bagian yg anda tidak jelas. Baru akan saya jelaskan. Kalau anda potong gak akan paham.



jika anda mau bantah, silhkan bantah yang ngepost dunk...
atau kalau perlu, kutuk si William

Saya membantah muatannya, ngapain ngutuk orangnya. Saya tidak punya urusan pribadi dgn si william. Buat yg ngepost dan menggunakannya sbg dasar argumen, silakan mempertanggungjawabkannya. Jgn bantahan saya dilempar ke si william. Anda seperti menggunakan senjata untuk menyerang tapi kemudian mempersalahkan org yg membuat senjata itu. Lari dr tanggungjawab namanya.


apa anda pikir otak itu bukan karunia untuk mencariNya???
apakah otak itu tidak boleh difungsikan sebagaimana mestinya

1. Tuhan mengaruniai manusai tidak cuma otak (untuk memahami secara logik), tapi juga roh (untuk memahami secara rohaniah). Manusia wajib menggunakan keduanya.
2. Manusia tidak perlu mencari Tuhan krn Tuhan sdh 'memperkenalkan' diriNya melalui banyak cara dan peristiwa. Manusia cukup mempersilakan Tuhan masuk dlm hidupnya agar bisa mengenal Tuhan lebih dekat.
3. Fungsi otak adalah memahami segala sesuatu yg mampu diserap indera. Di luar itu masih banyak hal yg tentu saja tidak mungkin lagi dicerna oleh otak. Kalau memaksa otak memahami hal2 di luar levelnya, itu yg namanya memaksa otak di luar yg semestinya. Misalnya, berupaya mencari Tuhan HANYA dengan otak.
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 24, 1:49

1 God wrote:
nih kata2 amda sendiri
AREma wrote:Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.


vs

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


mau ndalil apa lagi dikau cak :grin:

Aha..apakah anda tahu kebenaran versi ahli2 Taurat? Kebenaran mereka sebatas syariat mas. Itu yg selalu dikritik Yesus. Krn itulah Yesus mengharuskan kita hidup lebih dr kebenaran semacam itu. Jadi yg masuk sorga adalah mereka yg menjalankan hukum tidak sekadar soal liturgi, soal2 hukum fisik, soal2 halal-haram, tetapi yg benar2 mampu menjalankan hidup dgn cara mengasihi Tuhan secara total, dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 01 26, 10:36

rosesi wrote:ajaran kasih,kasih kekayaan instan ala jin,kesembuhan instan hasil kerja jin(walaupun sebagian hanya hasil tipu-tipu,tapi ada juga sebagian adalah hadiah dari tuhan jinnya,sebagai imbalan atas penyembahan kafir kepada sang jin),hingga kasih mie instan...ngakak.com

Ah..akhirnya cuma segini aja
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby 1 God » 2011 01 30, 10:36

quote anda ruwet
jika anda post, ada yang salah bisa anda benerin
diedit :grin: :laugh: gitu, biar enak dilihatnya
arema wrote:
1 God wrote:pertanyaan buat anda...
1. Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia dan anak turunnya, meskipun manusiannya atau anak turunya berkelakuan celaka
2. Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia yang mana Tuhan tidak mampu untuk memenuhinya
Kenapa tidak? Tuhan tau kok bahwa tidak ada anak turun Adam yg bakal 100% tidak berdosa.
Tuhan pasti mampu memenuhi semua janjiNya. Bukan krn saya mengharuskan tapi krn saya mengimani Tuhan itu Maha Kuasa.
jawab urut...
#1
#2 (penting point ini)


arema wrote:
arema wrote:Tuhan tetap berbuat meski semestinya Tuhan tidak perlu melakukannya lagi krn sdh dilecehkan.
kata2 balikan buat anda...
Tuhan harus... :grin:
Loh..bukan saya yg mengharuskan mas. Tuhan sudah berjanji, Tuhan sdh membuktikan janjiNya, baru saya berkata/menyimpulkan. Jadi itu semua bukan saya yg mengharuskan atau saya berspekulasi.
arema wrote:Tuhan tetap berbuat meski semestinya Tuhan tidak perlu melakukannya lagi krn sdh dilecehkan.
coban anda artikan!!!

arema wrote:
apa pendapat anda ketika Tuhan menyesal...
Tuhan yang menyesal (salah perhitungan kah?)
Tapi krn pertanyaan anda itu berasal dr ketidaksetujuan anda soal Tuhan pnya perasaan, tolong pertegas dulu: apakah anda sudah menerima penjelasan saya bahwa Tuhan itu berpribadi/berperasaan?
Kalau anda tetap menyangkal itu, maka saya tidak akan menjelaskan soal Tuhan menyesal. Krn akan sia2.
berpribadi tidak sama berperasaan
Tuhan adalah kebaikan
perasaan hanya milik orang... conto = menyesal, menangis, benci, galau, tidak menentu...
mana penjelasannya???....

arema wrote:
arema wrote: Coba analogi anda dirinci. Apa dianalogikan dgn apa, satu demi satu. Silakan.
hobi buruk anda main potong quote...
Biar tidak terjadi salah paham, tolong anda rinci analoginya.
Bagian mana dr pernyataan anda yg saya potong dan mengakibatkan kesalahan pemahaman saya?
saya tulis, rinciannya ada, tapi oleh anda tidak dicantumkan...
harus buka lagi halaman sebelum

arema wrote:
itu adalah betul
buktinya Tuhan sudah mengkaruniakan sehat, rizki, hidup, dan semuanya buat kita...
cukup itu saja, ngga usah mikir yang neko2
1. Jadi bukan saya yg mengharuskan Tuhan membuktikan, tapi manusia bisa bersyukur krn Tuhan sudah memebri bukti. Dan akan selalu begitu adanya.
2. Buat apa mikir yg neko2, krn faktanya adalah Tuhan itu kasih dan terbukti mampu memberikan bukti akan kasihNya. Jadi kalau ada fakta2 lain ttg bukti kasih Tuhan kenapa pula saya harus ragu? Dan hal apa yg anda anggap neko2 untuk apa yg berasal dr Tuhan?
itu semua adalah betul
-----------------
lihat, bahasan ini jadi bias, dan untuk mengerti saya harus lihat halaman sebelum
-----------------

arema wrote:
betapa kayanya Gereja Khatolik Roma dengan umat lebih semilyar
yang dari rentang berdirinya, TIDAK ADA yang berani mengaudit...

untuk urusan kemaslahatan agama, semua adalah sama... bangunan ibadah dibangun dari gotong royong
lha ini urusan perut...
Lha kok lagi2 cuma urusan perut yg dibahas. Bukankah sdh saya tulis bahwa persepuluhan bukan cuma buat ngisi perut pendeta?
saya tahu...
pointnya ----> Pendeta = pengemis, karena untuk makan saja harus mengais dari 10%an

arema wrote:
1/10 dari pendeta setelah ngrampok dari jemaatnya, masih dapet yang 9/10 nya...
apa anda pernah ngaudit???
jika pak pendeta butuh hidup ya bekerja!!!!... jangan ngrampok harta orang dengan dalil agama/ firman Tuhan

Apa anda juga pernah ngaudit kok nuduh semua itu cuma buat pribadi pendeta?
justru ngga pernah diaudit, timbul kecurigaan...
lihat, sape yang nyeponsorin bagi2 indomie?

arema wrote:
gereja Jawa di lokasi kota besar X
jemaat 300 kk, dengan rata2 pengahsilan 5 jt/ bulan
300 x 5jt x 1/10 = 150 juta ... ( kaya kan ... :grin: ), ambil lagi yang 1/10nya masih ada tuh yang 135jt :grin:
jangan2 anda adalah seorang pendeta
Yang buat kebutuhan bangun gedung gereja, perawatan gedung gereja, gaji para ekerja adminsitrasi gereja, buat bangun sekolah2, rumah sakit, panti jompo, panti pemulihan narkoba, panti asuhan, anda pikir drmana?
lihat atas

arema wrote:
Tuhan menurunkan hukum Torah
Yesus berkata tidak mungkin hukum itu dilaksanakan

nih kata2 anda sendiri
AREma wrote:Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.
itukan pointnya...
arema wrote:Nah..anda ternyata yg motong posting saya. Baca selengkapnya, anda akan dapatkan pointnya
.
maaf, saya tulis ulang semua...
(maksud saya tidak untuk membiaskan tulisan anda)
arema wrote:Hukum Taurat berfungsi seperti cermin.
Dengan cermin kita melihat diri sendiri. Dengan Hukum Taurat, manusia menyadari diri adalah orang berdosa.

Mari kita ambil contoh dr 10 Hukum, hukum ke-6, “Jangan membunuh.”
Hukum ini kelihatannya mudah diterapkan. Mayoritas manusia, entah Kristen atau non-Kristen, tidak pernah menghilangkan nyawa orang lain secara fisik.
Secara fisik, mayoritas manusia telah memenuhi hukum ke-6. Tetapi justru dalam esensinya tidak.
Yesus menerangkan dalam Matius 5:21-22 “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.”
Artinya dalam esensinya, kemarahan kepada sesama manusia telah masuk kategori melanggar hukum ke-6, dan layak dihukum dalam api neraka.

Ambil contoh lain, 10 Hukum, hukum ke-7, “Jangan berzinah.”
Secara fisik, banyak orang memenuhi hukum ini, karena mereka hidup baik-baik dan tidak melakukan perzinahan. Namun secara esensi tidak pernah ada orang yang bisa melakukan hukum ke-7, karena menurut Yesus, Matius 5:28 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

Hukum-hukum Tuhan jika diperhatikan hanya bagian luarnya maka akan kelihatan sederhana dan mudah dipenuhi.
Tetapi sesungguhnya dalam esensinya tidak mungkin bisa dipenuhi oleh manusia. Namun manusia terlalu gegabah dan sering tidak memperhatikan esensi dan hanya memperhatikan bagian luarnya saja. Untuk itu mereka perlu disadarkan, maka Tuhan “sengaja” memberikan hukum-hukumNya dalam bentuk luar yang begitu kompleks dan rumit. Hukum-hukum seperti benda-benda yang najis dan tidak najis, binatang yang haram dan tidak haram, peraturan-peraturan pentahiran yang begitu kompleks dan detail, dsb.

Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.

Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Pada titik inilah manusia disadarkan mereka orang berdosa, tidak mampu memenuhi Hukum Allah, dan mereka perlu seorang Juruselamat. Dengan demikian Hukum Taurat menuntun manusia kepada Kristus.


pointnya sama ngga cak? sama tulisan saya...
pertanyaan yang sama yang belum dijawab...
1God wrote:tulisan anda malah memperjelas kalau
Tuhan dalam persepsimu adalah Tuhan yang bodoh!!!!
Tuhan menurunkan hukum, yang mana manusia tidak bisa melakukan hukum itu sendiri...


arema wrote:
jawab saja yang saya besarin itu...
baru anda ngomong tenteng keMAHAan Tuhan dan kekonsistennanya
(jelaskan maksud anda yang berwarna ungu)
Silakan kutip ulang secara lengkap posting saya, warnai bagian yg anda tidak jelas. Baru akan saya jelaskan. Kalau anda potong gak akan paham.
lihat atas... sy sudah mengerti
sudah saya buka semua

arema wrote:
jika anda mau bantah, silhkan bantah yang ngepost dunk...
atau kalau perlu, kutuk si William
Saya membantah muatannya, ngapain ngutuk orangnya. Saya tidak punya urusan pribadi dgn si william. Buat yg ngepost dan menggunakannya sbg dasar argumen, silakan mempertanggungjawabkannya. Jgn bantahan saya dilempar ke si william. Anda seperti menggunakan senjata untuk menyerang tapi kemudian mempersalahkan org yg membuat senjata itu. Lari dr tanggungjawab namanya.
itu adalah salah satu dalil dari intelektual anda...
anda nerima/bantah itu urusan anda

arema wrote:
apa anda pikir otak itu bukan karunia untuk mencariNya???
apakah otak itu tidak boleh difungsikan sebagaimana mestinya
1. Tuhan mengaruniai manusai tidak cuma otak (untuk memahami secara logik), tapi juga roh (untuk memahami secara rohaniah). Manusia wajib menggunakan keduanya.
2. Manusia tidak perlu mencari Tuhan krn Tuhan sdh 'memperkenalkan' diriNya melalui banyak cara dan peristiwa. Manusia cukup mempersilakan Tuhan masuk dlm hidupnya agar bisa mengenal Tuhan lebih dekat.
3. Fungsi otak adalah memahami segala sesuatu yg mampu diserap indera. Di luar itu masih banyak hal yg tentu saja tidak mungkin lagi dicerna oleh otak. Kalau memaksa otak memahami hal2 di luar levelnya, itu yg namanya memaksa otak di luar yg semestinya. Misalnya, berupaya mencari Tuhan HANYA dengan otak.
anggap bener :grin:
Image
User avatar
1 God
Suka
Suka
 
Posts: 635
Joined: 2008 05 04, 10:21

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby 1 God » 2011 01 30, 11:09

arema wrote:Aha..
Aha juga... :laugh:

arema wrote:
AREma wrote:Pada saat manusia melaksanakan hukum Taurat yang dari luarnya saja sudah begitu rumit dan kompleks, mereka sadar mereka tidak mampu. Pada saat mereka melihat kedalam esensi hukum Taurat, mereka akan sadar mereka adalah orang berdosa. Karena pada saat mereka mencoba memenuhinya, mereka gagal. Kegagalan menimbulkan keputus-asaan.

vs
Matius 5:20 wrote:Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
apakah anda tahu kebenaran versi ahli2 Taurat? Kebenaran mereka sebatas syariat mas. Itu yg selalu dikritik Yesus. Krn itulah Yesus mengharuskan kita hidup lebih dr kebenaran semacam itu. Jadi yg masuk sorga adalah mereka yg menjalankan hukum tidak sekadar soal liturgi, soal2 hukum fisik, soal2 halal-haram, tetapi yg benar2 mampu menjalankan hidup dgn cara mengasihi Tuhan secara total, dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.
mengasihi????
Yesus berkata = kamu harus lebih baek dari ahli Torah dan kaum Farisi
---- dalam hal kasih???
apa yang patut dicontoh tentang hukum kasih dari ahli Torah dan kaum Farisi???
itu bukannya ngomong Hukum Torah

dimana LOGIKA ANDA???
Image
User avatar
1 God
Suka
Suka
 
Posts: 635
Joined: 2008 05 04, 10:21

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby 1 God » 2011 01 30, 11:18

@Ustadz FM :grin:

maaf bgt menuh2in treadnya ya :grin:
Image
User avatar
1 God
Suka
Suka
 
Posts: 635
Joined: 2008 05 04, 10:21

Re: ngobrol santai tentang trinitas dgn bro arema

Postby arema » 2011 02 04, 10:17

1 God wrote:pertanyaan buat anda...
1. Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia dan anak turunnya, meskipun manusiannya atau anak turunya berkelakuan celaka
2. Mungkinkah Tuhan berjanji kepada manusia yang mana Tuhan tidak mampu untuk memenuhinya
Kenapa tidak? Tuhan tau kok bahwa tidak ada anak turun Adam yg bakal 100% tidak berdosa.
jawab urut...
#1
#2 (penting point ini)
1. Sangat mungkin. Toh semua tindakan/kelakuan celaka itu ada hukumannya sendiri. Tuhan berjanji kepada Abraham, bukan berarti lantas seluruh keturunan Abraham akan menjadi org suci sepenuhnya.
2. Segala janji Tuhan pasti akan digenapi.

arema wrote:Tuhan tetap berbuat meski semestinya Tuhan tidak perlu melakukannya lagi krn sdh dilecehkan.
coban anda artikan!!!

Justru dgn kalimat itu saya tidak 'memastikan'/mengharuskan Tuhan. Kata "semestinya" di situ adalah logika manusiawi. Jika saya ikuti logika itu, maka saya akan seperti anda menolak pembuktian dr Tuhan. Justru krn saya menerima pembuktian Tuhan maka saya beri kata "meski".
Jadi begini: menurut logika manusiawi Tuhan itu semestinya tidak perlu melakukannya lagi (membuktikan). Tapi krn Tuhan adalah konsisten, maka Dia tetap membuktikan (meski otak manusia bilang tidak perlu).


berpribadi tidak sama berperasaan
Tuhan adalah kebaikan
perasaan hanya milik orang... conto = menyesal, menangis, benci, galau, tidak menentu...
mana penjelasannya???....

Saya belum akan menjelasakan. Saya pertegas dulu, apakah MARAH, MURKA, MENGASIHI, MENCINTAI, itu bukan bagian dr perasaan?
Jawab itu dulu.


saya tulis, rinciannya ada, tapi oleh anda tidak dicantumkan...
harus buka lagi halaman sebelum

Belum mas..yg saya minta adalah rincian : apa dianalogikan apa, begitu satu persatu.




arema wrote:1. Jadi bukan saya yg mengharuskan Tuhan membuktikan, tapi manusia bisa bersyukur krn Tuhan sudah memebri bukti. Dan akan selalu begitu adanya.
2. Buat apa mikir yg neko2, krn faktanya adalah Tuhan itu kasih dan terbukti mampu memberikan bukti akan kasihNya. Jadi kalau ada fakta2 lain ttg bukti kasih Tuhan kenapa pula saya harus ragu? Dan hal apa yg anda anggap neko2 untuk apa yg berasal dr Tuhan?
itu semua adalah betul
-----------------
lihat, bahasan ini jadi bias, dan untuk mengerti saya harus lihat halaman sebelum
-----------------

Gak ada yg bias kok.

saya tahu...

Kalau tahu kenapa nuduh perpuluihan hanya buat makan pendeta?

pointnya ----> Pendeta = pengemis, karena untuk makan saja harus mengais dari 10%an

Lah emang itu ayat dibuat oleh pendeta?


justru ngga pernah diaudit, timbul kecurigaan...
lihat, sape yang nyeponsorin bagi2 indomie?

1. Kalau curiga ya silakan audit, kalau gak mampu jgn cuma nuduh.
2. Kok jadi lari ke bagi2 indomie? Kan tuduhan anda perpuluhan hanya untuk pendeta?


arema wrote:Yang buat kebutuhan bangun gedung gereja, perawatan gedung gereja, gaji para ekerja adminsitrasi gereja, buat bangun sekolah2, rumah sakit, panti jompo, panti pemulihan narkoba, panti asuhan, anda pikir drmana?
lihat atas

Di atas anda tidak cukup punya bukti untuk menuduh perpuluhan hanya untuk memperkaya pendeta.



pointnya sama ngga cak? sama tulisan saya...
pertanyaan yang sama yang belum dijawab...
1God wrote:tulisan anda malah memperjelas kalau
Tuhan dalam persepsimu adalah Tuhan yang bodoh!!!!
Tuhan menurunkan hukum, yang mana manusia tidak bisa melakukan hukum itu sendiri...

Itu krn anda membatasi perspektif anda pada masa di mana manusia tiodak mampu memenuhi Taurat. Padahal penjelasan saya sebelumnya menyangkut juga rencana Tuhan di balik semua itu. Itu yg tidak anda sentuh.

itu adalah salah satu dalil dari intelektual anda...
anda nerima/bantah itu urusan anda

Saya bantah, itu jelas. Kalau anda tidak menerima bantahan saya jgn salahkan sumber anda sendiri.

arema wrote:1. Tuhan mengaruniai manusai tidak cuma otak (untuk memahami secara logik), tapi juga roh (untuk memahami secara rohaniah). Manusia wajib menggunakan keduanya.
2. Manusia tidak perlu mencari Tuhan krn Tuhan sdh 'memperkenalkan' diriNya melalui banyak cara dan peristiwa. Manusia cukup mempersilakan Tuhan masuk dlm hidupnya agar bisa mengenal Tuhan lebih dekat.
3. Fungsi otak adalah memahami segala sesuatu yg mampu diserap indera. Di luar itu masih banyak hal yg tentu saja tidak mungkin lagi dicerna oleh otak. Kalau memaksa otak memahami hal2 di luar levelnya, itu yg namanya memaksa otak di luar yg semestinya. Misalnya, berupaya mencari Tuhan HANYA dengan otak.
anggap bener :grin:

Saya anggap anda sudah ngeh bahwa manusia tidak bisa mengenal Tuhan jika HANYA andalkan otak SAJA.
arema
Suka
Suka
 
Posts: 526
Joined: 2010 11 19, 8:55



PreviousNext

Return to Doktrin Trinitas

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests

cron