The Truth About The Bali Bombings Part 1-9

Semua sumber-sumber dan berita yang dapat dipercaya, dapat ditaruh disini.

Moderators: Forum Control, administrator

Postby abu dzaki » 2008 07 13, 9:01

@abu dzaki

mo nimbrung dikit, apakah menurut anda sang korban sudah memenuhi syarat untuk dihalalkan darahnya, seperti sudah ditegakkannya hujjah dsb2. karena menurut pendapat saya, hal itu harus menunggu fatwa dari ulama yang benar2 mengerti. mengenai sasaran pengeboman bunuh diri juga perlu dipertimbangkan, apakah target militer atau sipil. dampak yang ditimbulkan apakah dapat memukul kekuatan musuh tau tidak.


perlu diketahui dulu bahwa, syarat jihad sebagaimana anda sebutkan, yakni ditegakkannya hujjah mungkin agak mirip dengan tiga langkah yang harus ditempuh ketika jihad berhukum wajib kifayah, yakni dakwahi, bila tidak mau, maka membayar jizyah, dan apabila tetap tidak mau tunduk maka baru diperangi. jihad sendiri berhukum wajib kifayah ketika ada daulah islam yang sudah tegak. jelas, dari sisi ini, jihad dengan jenis hukum ini tidak berlaku di indonesia mengingat indonesia bukan negara islam.

yang paling sesuai, menurut saya, adalah jihad di Indonesia sudah berhukum wajib 'ain. ini didasari dengan kriteria di mana jihad berhukum wajib 'ain, yakni ketika 1) dua pasukan sudah bertemu, 2) ditunjuk oleh penguasa, 3) ketika negeri islam diserang. syarat 1 belum terjadi. syarat 2 tidak mungkin terwujud, saat ini, di Indonesia karena pemerintahan ini sendiri bukan pemerintahan islam. yang memungkinkan adalah syarat 3, yakni negeri islam diserang. jauh2 hari sebelum belanda menyerang telah berdiri negara islam di Indonesia dengan kerajaan Demaknya dll. bahkan setelah kemerdekaan, ketika terjadi vakuum of power, Indonesia telah menjadi negara Islam dan Mesir menjadi pendukung terbentuknya negara muslim itu. namun kemudian, dengan bantuan pihak asing negara tersebut diluluhlantakkan dan akhirnya, oleh regim yang berkuasa, dikatakanlah bahwa para pendiri negara islam tersebut sebagai pemberontak.

tentang keberadaan 'ulama, insya Allah para pelaku BB1, sekali lagi, bukan orang yang kenal Islam kemarin sore. beberapa teman bahkan menggelari Ali Ghufron sebagai syaikh karena memang kualitas keilmuan paling tinggi di antara ketiganya.

tentang korban BB1, kalau anda membaca buku ATM (Aku melawan teroris), salah satu motif dari BB1 adalah untuk membalaskan korban sipil yang menjadi tumbal "kegemilangan" peradaban Barat saat ini. dengan demikian, prinsip keadilan berlaku untuk kasus ini. Mereka, Barat, sipil maupun militernya, selama masih kafir maka halal darahnya, baik laki2 atau pun perempuan. sedang untuk korban muslim, diakui bahwa terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. diperkirakan oleh para pelaku, bahwa malam itu, pada jam kejadian, orang2 muslim tidak akan seberapa banyak. sedang untuk meniadakan korban muslim dengan mengungkapkan rencana pengeboman tersebut kepada penduduk muslim sekitar tentu justru akan memancing kecurigaan turis asing. akibat yang lebih jauh, korban dari pihak kafirin tidak akan banyak. padahal, tujuan dipilihnya Bali karena daerah tersebut paling banyak didatangi turis. dan juga paling banyak bertebaran maksiatnya. kabarnya, kedua lokasi pengeboman menjadi tempat ngumpul orang2 nudis.

la izzata illa bil Jihad!
abu dzaki
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 45
Joined: 2007 11 30, 2:57

Postby Bomber_plane » 2008 07 13, 9:18

abu dzaki wrote:
@abu dzaki

mo nimbrung dikit, apakah menurut anda sang korban sudah memenuhi syarat untuk dihalalkan darahnya, seperti sudah ditegakkannya hujjah dsb2. karena menurut pendapat saya, hal itu harus menunggu fatwa dari ulama yang benar2 mengerti. mengenai sasaran pengeboman bunuh diri juga perlu dipertimbangkan, apakah target militer atau sipil. dampak yang ditimbulkan apakah dapat memukul kekuatan musuh tau tidak.


perlu diketahui dulu bahwa, syarat jihad sebagaimana anda sebutkan, yakni ditegakkannya hujjah mungkin agak mirip dengan tiga langkah yang harus ditempuh ketika jihad berhukum wajib kifayah, yakni dakwahi, bila tidak mau, maka membayar jizyah, dan apabila tetap tidak mau tunduk maka baru diperangi. jihad sendiri berhukum wajib kifayah ketika ada daulah islam yang sudah tegak. jelas, dari sisi ini, jihad dengan jenis hukum ini tidak berlaku di indonesia mengingat indonesia bukan negara islam.

yang paling sesuai, menurut saya, adalah jihad di Indonesia sudah berhukum wajib 'ain. ini didasari dengan kriteria di mana jihad berhukum wajib 'ain, yakni ketika 1) dua pasukan sudah bertemu, 2) ditunjuk oleh penguasa, 3) ketika negeri islam diserang. syarat 1 belum terjadi. syarat 2 tidak mungkin terwujud, saat ini, di Indonesia karena pemerintahan ini sendiri bukan pemerintahan islam. yang memungkinkan adalah syarat 3, yakni negeri islam diserang. jauh2 hari sebelum belanda menyerang telah berdiri negara islam di Indonesia dengan kerajaan Demaknya dll. bahkan setelah kemerdekaan, ketika terjadi vakuum of power, Indonesia telah menjadi negara Islam dan Mesir menjadi pendukung terbentuknya negara muslim itu. namun kemudian, dengan bantuan pihak asing negara tersebut diluluhlantakkan dan akhirnya, oleh regim yang berkuasa, dikatakanlah bahwa para pendiri negara islam tersebut sebagai pemberontak.

tentang keberadaan 'ulama, insya Allah para pelaku BB1, sekali lagi, bukan orang yang kenal Islam kemarin sore. beberapa teman bahkan menggelari Ali Ghufron sebagai syaikh karena memang kualitas keilmuan paling tinggi di antara ketiganya.

tentang korban BB1, kalau anda membaca buku ATM (Aku melawan teroris), salah satu motif dari BB1 adalah untuk membalaskan korban sipil yang menjadi tumbal "kegemilangan" peradaban Barat saat ini. dengan demikian, prinsip keadilan berlaku untuk kasus ini. Mereka, Barat, sipil maupun militernya, selama masih kafir maka halal darahnya, baik laki2 atau pun perempuan. sedang untuk korban muslim, diakui bahwa terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. diperkirakan oleh para pelaku, bahwa malam itu, pada jam kejadian, orang2 muslim tidak akan seberapa banyak. sedang untuk meniadakan korban muslim dengan mengungkapkan rencana pengeboman tersebut kepada penduduk muslim sekitar tentu justru akan memancing kecurigaan turis asing. akibat yang lebih jauh, korban dari pihak kafirin tidak akan banyak. padahal, tujuan dipilihnya Bali karena daerah tersebut paling banyak didatangi turis. dan juga paling banyak bertebaran maksiatnya. kabarnya, kedua lokasi pengeboman menjadi tempat ngumpul orang2 nudis.

la izzata illa bil Jihad!


mungkin maksud anda adalah pemerintahan thagut, lantas mengapa sasarannya bukan militer? justru dampak pukulannya tidak efektif. saya kira mujahidin di afghanistan membentang hingga palestin sangat terbuka untuk menerima pasukan baru dari indonesia. lantas mengapa hingga tidak terjun kesana saja.
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah [9]: 31)
User avatar
Bomber_plane
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 1834
Joined: 2008 05 08, 6:59

Postby Mbah Poleng » 2008 07 13, 9:36

abu dzaki wrote:
Mohon dipertegas dalam diskusi ini siapa2 saja manusia yang dihalalkan oleh Allah SWT masalah legitiminasi untuk dibunuh didalam ayat Al-Quran dan ada didalam ayat yang mana yang harus dipatuhi untuk jadi suri teladan dari petunjuk Allah dan Rasulnya, dan harus diingat bahwa Petunjuk Allah dan Rasulnya bukan semata hanya Nabi Muhammad SAW, oleh karena berlaku juga pada seluruh Rasulnya seperti Nabi Ibrahim, Musa AS dll.....


maaf, agaknya ada kekurangan dalam postingan anda di atas. kekuranagannya adalah tanda baca. terus terang saya agak kesulitan mencerna postingan anda tersebut. namun, semoga paparan saya berikut cukup bisa menjawab pertanyaan anda.

manusia yang dihalalkan darahnya oleh Allah adalah orang-orang kafir dengan dasar ayat Al Qur'an yang menyatakan ".... hingga tidak ada lagi fitnah...". fitnah di sini maksudnya adalah kekafiran. disamping itu, ucapan nabi, yang kurang lebih menyatakan bahwa ketika seseorang masuk islam maka haram darah, harta dan kehormatannya kecuali atas dasar yang haq semisal hukum had bagi yang membunuh, zakat bagi yang mampu dsb.

untuk poin terakhir, agaknya kurang begitu tepat mengingat syahadat kedua kita adalah bahwa Muhammad adalah Rasulullah. maka, ketundukan kita adalah hanya kepada Allah dan Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam. nah, di antara syariat yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam ada yang benar2 baru, ada pula yang melestarikan apa yang sudah ada pada nabi terdahulu semisal haji. ini dalam hal syariatnya, sedang untuk peribadatannya semua nabi dari Adam 'Alaihissalam hingga Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam tetap satu, tauhid. hal tersebut diperkuat dengan reaksi nabi ketika melihat sahabat 'Umar ibnul Khaththab memegang taurat. beliau dengan tegas menyatakan bahwa seandainya saudara beliau, Musa 'Alaihissalam, masih hidup, niscaya syariat yang diturunkan untuk beliaulah yang harus diikuti Musa. Dalam salah satu keterangan bahkan dinyatakan bahwa Nabi Isa yang turun kelak untuk bersama2 imam Mahdi memerangi Dajjal melangsungkan pernikahan karena menikah adalah sunnah Nabiyullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam.

dan sekali lagi, saya masih percaya bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihinya. kebenaran dalam islam sama sekali tidak memerlukan testimoni orang barat untuk menjadi sebuah kebenaran meski hal tersebut kadang bermanfaat untuk membuktikan kebenaran Al Qur'an. bagi saya, mungkin benar bahwa ledakan di BB1 sedemikian kuatnya hingga Sang Pelaku pun terkejut dengan hasil kreasinya sendiri. dengan keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari ibadah kepada Allah, maka siapa yang dapat menghalangi kalau Allah berkehendak untuk menjadikan ledakan tersebut lebih besar dari yang diperkirakan. di bumi2 jihad sana bahkan sering terjadi karamah. segenggam pasir yang bisa meledakkan tank rusia ketika dilempar oleh seorang mujahidin. satu peluru revolver yang bisa menjatuhkan sebuah pesawat tempur israel oleh Syaikh Ahmad Yasin dsb. barangkali, itulah karamah yang diberikan Allah kepada para pelaku BB1. dan hikmahnya adalah, Kaum Muslim masih mampu membuat gentar musuh2 mereka dan musuh2-Nya.

Ya Allah berikanlah kemenangan kepada Mujahidin di bumi manapun mereka bertempur. Amin.


Bung Abu Dzaki, terus terang edited by moderator 6
APA YANG SEDANG KAU CARI NAK? Mau memfitnah lagi?
Berdebat itu mudah, mendapatkan kebenaran yang susah.
Mendengarkan hati nurani juga mudah. Tetap konsisten, sanggupkah anda?
User avatar
Mbah Poleng
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 250
Joined: 2008 05 24, 12:48

Postby banggaISLAM » 2008 07 13, 9:43

loh loh...

ini kenapa jadi gini? :)

Mbah, apakah sebaiknya perbedaan pendapat ini tidak menjadikan kita saling menuduh? Maaf ni, ga maksud ikut campur apa gimana.

Sabar saudara-saudaraku.. sabar.. Istigfar..
I won Muhammad, but I did not lose Jesus either
User avatar
banggaISLAM
Jatuh Cinta
Jatuh Cinta
 
Posts: 1073
Joined: 2007 11 09, 7:20

Postby Bomber_plane » 2008 07 13, 9:44

Mbah Poleng wrote:
Bung Abu Dzaki, terus terang edited by moderator 6 Mau memfitnah lagi?


sabar mbah, jangan terbawa emosi. namanya perbedaan pendapat itu wajar. lagipula kita disini berdiskusi. belum tentu juga kita benar,
bisa jadi orang yang hina di mata manusia, justru mulia dihadapan Allah SWT, Wallahua'lam.
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah [9]: 31)
User avatar
Bomber_plane
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 1834
Joined: 2008 05 08, 6:59

Postby Moderator 6 » 2008 07 13, 9:51

bisakah anda semua berdiskusi dengan tertib dan menghindari kata-kata yang bersifat menuduh secara personal satu sama lain? Peringatan utk Mbah Poleng , netter Abu Dzaki dan bomber plane.
Moderator 6
Moderator
Moderator
 
Posts: 152
Joined: 2008 06 11, 2:53

Postby abu dzaki » 2008 07 13, 9:59

subhanallah....

agak terhibur saya dengan apa yang diungkapkan cheng ho untuk tidak terlalu memasukkan hati apa2 yang saya dapati di sini. tapi kemudian, saya kembali merenung, berarti debat ini memang bukan dimaksudkan untuk mencari kebenaran kalau disarankan kita untuk tidak memasukkannya ke dalam hati.

nah, sekarang malah sekali lagi ada yang menyebut saya sebagai seorang yang tidak beragama Islam. demi Allah, saya tidak pernah seberani ini untuk mengorbankan jiwa saya kecuali setelah mengenal din ini lebih mendalam. mungkin hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah meminta anda untuk menjabarkan bukti bahwa saya bukan muslim. dan sekali lagi, demi Allah, saya tidak rela dengan apa yang anda uraikan. kalau tidak di dunia ini, kita akan bertemu di akhirat sana untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan dan katakan. ingat surat Al Hujurat kang tentang larangan memanggil dengan gelaran buruk, dan tidak ada gelaran yang lebih buruk daripada gelaran kafir sesudah muslim.

mungkin maksud anda adalah pemerintahan thagut, lantas mengapa sasarannya bukan militer? justru dampak pukulannya tidak efektif. saya kira mujahidin di afghanistan membentang hingga palestin sangat terbuka untuk menerima pasukan baru dari indonesia. lantas mengapa hingga tidak terjun kesana saja.


sudah saya sebutkan bahwa, salah satu motif peledakan itu adalah membalas korban2 kaum muslimin di belahan lain bumi ini. Irak diembargo ekonomi, apakah yang menjadi korban hanya kaum militer irak? sebuah kamp pengungsian yang berisi kaum muslimin, sebagian besar bahkan anak2 dan perempuan, dibom hanya karena "canggihnya" otak kaum muslimin tersebut yang mampu membuat senjata pemusnah massal dengan bahan dasar obat2an. bahkan, kalau dikalkulasikan, semua korban yang ada di pihak kafir barat akibat serangkaian peledakan oleh para mujahidin belum menyamai jumlahnya dengan korban di pihak muslim.

andai sedemikian mudahnya menuju negeri2 bumi jihad tersebut, sungguh sayalah yang akan pertama kali hengkang dari forum ini untuk berangkat ke sana!

@ mbah poleng, saya bersungguh2 dengan apa yang saya katakan, saya tidak ridho dengan kecurigaan anda terhadap saya!
abu dzaki
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 45
Joined: 2007 11 30, 2:57

Postby Cheng Ho » 2008 07 13, 10:16

abu dzaki wrote:
Mohon dipertegas dalam diskusi ini siapa2 saja manusia yang dihalalkan oleh Allah SWT masalah legitiminasi untuk dibunuh didalam ayat Al-Quran dan ada didalam ayat yang mana yang harus dipatuhi untuk jadi suri teladan dari petunjuk Allah dan Rasulnya, dan harus diingat bahwa Petunjuk Allah dan Rasulnya bukan semata hanya Nabi Muhammad SAW, oleh karena berlaku juga pada seluruh Rasulnya seperti Nabi Ibrahim, Musa AS dll.....


maaf, agaknya ada kekurangan dalam postingan anda di atas. kekuranagannya adalah tanda baca. terus terang saya agak kesulitan mencerna postingan anda tersebut. namun, semoga paparan saya berikut cukup bisa menjawab pertanyaan anda.

manusia yang dihalalkan darahnya oleh Allah adalah orang-orang kafir dengan dasar ayat Al Qur'an yang menyatakan ".... hingga tidak ada lagi fitnah...". fitnah di sini maksudnya adalah kekafiran. disamping itu, ucapan nabi, yang kurang lebih menyatakan bahwa ketika seseorang masuk islam maka haram darah, harta dan kehormatannya kecuali atas dasar yang haq semisal hukum had bagi yang membunuh, zakat bagi yang mampu dsb.

untuk poin terakhir, agaknya kurang begitu tepat mengingat syahadat kedua kita adalah bahwa Muhammad adalah Rasulullah. maka, ketundukan kita adalah hanya kepada Allah dan Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam. nah, di antara syariat yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam ada yang benar2 baru, ada pula yang melestarikan apa yang sudah ada pada nabi terdahulu semisal haji. ini dalam hal syariatnya, sedang untuk peribadatannya semua nabi dari Adam 'Alaihissalam hingga Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam tetap satu, tauhid. hal tersebut diperkuat dengan reaksi nabi ketika melihat sahabat 'Umar ibnul Khaththab memegang taurat. beliau dengan tegas menyatakan bahwa seandainya saudara beliau, Musa 'Alaihissalam, masih hidup, niscaya syariat yang diturunkan untuk beliaulah yang harus diikuti Musa. Dalam salah satu keterangan bahkan dinyatakan bahwa Nabi Isa yang turun kelak untuk bersama2 imam Mahdi memerangi Dajjal melangsungkan pernikahan karena menikah adalah sunnah Nabiyullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassallam.

dan sekali lagi, saya masih percaya bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihinya. kebenaran dalam islam sama sekali tidak memerlukan testimoni orang barat untuk menjadi sebuah kebenaran meski hal tersebut kadang bermanfaat untuk membuktikan kebenaran Al Qur'an. bagi saya, mungkin benar bahwa ledakan di BB1 sedemikian kuatnya hingga Sang Pelaku pun terkejut dengan hasil kreasinya sendiri. dengan keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari ibadah kepada Allah, maka siapa yang dapat menghalangi kalau Allah berkehendak untuk menjadikan ledakan tersebut lebih besar dari yang diperkirakan. di bumi2 jihad sana bahkan sering terjadi karamah. segenggam pasir yang bisa meledakkan tank rusia ketika dilempar oleh seorang mujahidin. satu peluru revolver yang bisa menjatuhkan sebuah pesawat tempur israel oleh Syaikh Ahmad Yasin dsb. barangkali, itulah karamah yang diberikan Allah kepada para pelaku BB1. dan hikmahnya adalah, Kaum Muslim masih mampu membuat gentar musuh2 mereka dan musuh2-Nya.

Ya Allah berikanlah kemenangan kepada Mujahidin di bumi manapun mereka bertempur. Amin.


Yang saya inginkan sangat sederhana sekali, adalah dasar pemikiran ente yang ditunjang oleh ayat2 Al-Quran dan sikon applikasinya, bukan dari penjelasan penafsiran anda, oleh karena tata cara kehidupan umat Muslim bersama sama dengan umat lain-nya dalam sejarah bukan sesuatu yang baru lagi untuk dilaksanakan.
Dakwah Habib Riziq saja di Youtube INTRO DIALOG ISLAM & KRISTEN - PLURALISME masih bisa saya mengerti, tapi penjelasan ente gelaaap..buat saya...
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=_IlUEPhtACY[/youtube]
User avatar
Cheng Ho
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 147
Joined: 2008 05 13, 12:45

Postby Bomber_plane » 2008 07 13, 10:30

saudaraku abu dzaki..
susahnya untuk berjihad di timur tengah tidak bisa dijadikan alasan syar'i untuk menghalalkan menyerang penduduk sipil.

berikut ini saya kutipkan dari pendapat syaikh Abu Muhammad al-Maqdisiy, mungkin bisa dijadikan bahan renungan.

================================================
Sebagaimana wajib atas mujahidin sebisa mungkin memanfaatkan sarana-sarana ilmu modern dalam memerangi musuh-musuh Allah, sebagai bentuk perealisasian firman-Nya Ta’ala,


“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka (orang-orang musyrik) itu apa ang kamu mampu berupa kekuatan dan kuda-kuda yang ditambatkan, dengannya kalian menggetarkan musuh-musuh Allah dan musuh kamu.” (al-Anfal:60)

Dan itu dengan menimbulkan sebesar-besarnya pukulan terhadap mereka dengan kadar minimal kerugian di barisan mujahidin. Mereka bertanggung jawab terhadap orang yang mereka tugaskan untuk melaksanakan tugas itu di antara mereka; terutama kerugian-kerugian yang ada di tangan mujahidin sendiri, sebagaimana wajib atas mereka untuk memfokuskan terhadap sasaran-sasaran militer dan keamanan dan yang serupa dengannya sehingga benar-benar menimbulkan pukulan yang sangat besar pada musuh-musuh Allah dan menjauhi dari sengaja membunuh anak-anak dan sebangsanya dari kalangan yang bukan militer atau bukan orang-orang yang membantu untuk berperang dengan bentuk bantuan apa saja, kecuali bila mereka terbunuh secara tidak sengaja dalam serangan malam atau pemboman dan yang lainnya berupa macam-macam perang yang menyerupainya yang tidak memungkinkan kaum mujahidin dari menghindari mereka di dalamnya.

===============================================

Dan siapa yang membuka pintu-pintu (jihad) itu selebar-lebarnya tanpa ikatan atau batasan-batasan yang dituturkan ahlul ilmi, maka ia telah tergesa-gesa dan ia mengikuti semangat dan emosional dalam fatwanya bukan dalil syar’iy.

==========================================
Last edited by Bomber_plane on 2008 07 13, 10:40, edited 2 times in total.
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah [9]: 31)
User avatar
Bomber_plane
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 1834
Joined: 2008 05 08, 6:59

Postby abu dzaki » 2008 07 13, 10:34

saya, terus terang, tidak terlalu kaget atas apa yang anda sampaikan. sudah jamak, setidaknya menurut pengalaman barang satu atau dua kali, ketika saya berbicara, penyimak pembicaraan saya biasanya akan mengerutkan dahinya. barulah setelah seorang interpreter menjabarkannya kepada rekan tutur saya tersebut, dia baru bisa mengerti.

tetapi, maaf juga, saya kurang jelas dengan apa yang anda tuliskan terakhir. kalau maksud anda adalah saya harus menyertakan dalil2 dari Al Qur'an dan hadits beserta tafsir dari orang2 yang lebih berilmu dari saya, mungkin pada kesempatan lain baru bisa saya penuhi. saya datang berbekal apa yang ada dalam benak saya. payahnya, otak saya tidak terlalu bisa diandalkan untuk mengingat satu ayat secara penuh atau matan hadits terlebih dengan riwayatnya. :oops:

dan terakhir, untuk menguraikan pemikiran saya--memang saya siapa to?--agar jelas dan :idea: bagi anda, silakan dikhususkan satu thread untuk "ngonceki" gagasan saya. atau, kalau itu dirasa terlalu eksklusif bagi seorang abu dzaki, ya cukup PM2-an saja.
abu dzaki
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 45
Joined: 2007 11 30, 2:57

Postby abu dzaki » 2008 07 13, 10:40

saudaraku abu dzaki..


alhamdulillah sudah ada yang menyapa saya dengan kata2 indah ini. untuk lanjutan diskusinya, lain waktu disambung lagi. saya sdh harus log out saat ini. :wave: :wave: :wave:

ma'a salamah

ila liqo...
abu dzaki
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 45
Joined: 2007 11 30, 2:57

Postby Mbah Poleng » 2008 07 13, 10:50

@Forum Admin
OK, saya mendengar & memahami apa yang anda utarakan.
Orang tua macam saya ini memang gampang marah dan terbawa emosi.
Silahkan dilanjut...
Berdebat itu mudah, mendapatkan kebenaran yang susah.
Mendengarkan hati nurani juga mudah. Tetap konsisten, sanggupkah anda?
User avatar
Mbah Poleng
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 250
Joined: 2008 05 24, 12:48

Postby banggaISLAM » 2008 07 13, 11:00

tentang korban BB1, kalau anda membaca buku ATM (Aku melawan teroris), salah satu motif dari BB1 adalah untuk membalaskan korban sipil yang menjadi tumbal "kegemilangan" peradaban Barat saat ini. dengan demikian, prinsip keadilan berlaku untuk kasus ini. Mereka, Barat, sipil maupun militernya, selama masih kafir maka halal darahnya, baik laki2 atau pun perempuan. sedang untuk korban muslim, diakui bahwa terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. diperkirakan oleh para pelaku, bahwa malam itu, pada jam kejadian, orang2 muslim tidak akan seberapa banyak. sedang untuk meniadakan korban muslim dengan mengungkapkan rencana pengeboman tersebut kepada penduduk muslim sekitar tentu justru akan memancing kecurigaan turis asing. akibat yang lebih jauh, korban dari pihak kafirin tidak akan banyak. padahal, tujuan dipilihnya Bali karena daerah tersebut paling banyak didatangi turis. dan juga paling banyak bertebaran maksiatnya. kabarnya, kedua lokasi pengeboman menjadi tempat ngumpul orang2 nudis.


Bro Abu Dzaki,

Mungkin maksud saya disini ingin bertanya mengenai kehalalan darah kafir tersebut adalah sama dengan bro Cheng Ho, yaitu landasan Al Quran dan aplikasinya didalam kehidupan nyata. Saya bingung karena kalo asal kafir halal.. apakah setiap saya dengar ada muslim di Irak yang meninggal dibunuh tentara amerika saya halal untuk membunuh ponakan saya? FYI keluarga saya banyak protestan dan katolik. Itu lah yang saya ingin jelas dulu.

Jihad tentunya merupakan kewajiban Muslim, tapi saya ga mau gegabah. Itulah maksud diskusi kita disini.

@Mbah Poleng
Jangan emosian ah mbah hehehe.. ntar kena serangan jantung. Minta maaf sama bro abu dzaki kayaknya oke deh mbah. Trus kita lanjutin lagi diskusi yg menarik ini.
I won Muhammad, but I did not lose Jesus either
User avatar
banggaISLAM
Jatuh Cinta
Jatuh Cinta
 
Posts: 1073
Joined: 2007 11 09, 7:20

Postby kagakmurtad » 2008 07 13, 11:05

gue mantengin ajah ... hehehe.
Istiqomah khoirumminal karomah !

Do'ain gue tetep istiqomah ye sodare-2 seiman gue ? Amin
User avatar
kagakmurtad
Suka
Suka
 
Posts: 375
Joined: 2008 04 09, 10:32
Location: no where to hide from the ONE

Postby Mbah Poleng » 2008 07 14, 12:04

banggaISLAM wrote:@Mbah Poleng
Jangan emosian ah mbah hehehe.. ntar kena serangan jantung. Minta maaf sama bro abu dzaki kayaknya oke deh mbah. Trus kita lanjutin lagi diskusi yg menarik ini.


Weeh, gw ini sampai nyaris stroke lo...

@ Bung Abu, mohon maaf kalau anda tidak seperti yang saya kira.
Berdebat itu mudah, mendapatkan kebenaran yang susah.
Mendengarkan hati nurani juga mudah. Tetap konsisten, sanggupkah anda?
User avatar
Mbah Poleng
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 250
Joined: 2008 05 24, 12:48



PreviousNext

Return to Resource Centre

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests